
Oleh penulis musik Itou Hironobu
Tohoshinki baru saja merilis Best Album pertama mereka “BEST SELECTION 2010″ pada tanggal 17 Februari. Pada kesempatan ini, aku telah mengumpulkan dan menyusun semua interview dan info yang kkubuat tentang mereka hingga sekarang. di galeri foto, ada sebuah koleksi foto dari live tour mereka selamaa tahun 2007-2008-2009, sebagaimana foto-foto dari acara perilisan mereka dan cover single dimana lagu-lagu mereka juga terdapat di dalam album.
Apa yang Tohoshinki rasakan selama beraktivitas di Jepang
Lima tahun setelah membuat debut di Jepang, Tohoshinki akhirnya merilis best album pertama mereka “BEST SELECTION 2010″. Dengan kemampuan tari dan kehebatan nyanyian mereka dimana setiap lima member bisa menjadi lead vocal, keajaiban bernama Tohoshinki telah menyapu scene musik Jepang, saat mendengarkan album Tohoshinki ini, aku mengingat memori tentang mereka sampai sekarang.
Aku pertama kali bertemu mereka di ruang ganti saat live tour tahun 2007 di Nippon Budokan. Saat itu aku sedang meliput live untuk photobook “SHINE” mereka. Setengah bulan kemudian, aku punya kesempatan untuk menemui mereka di Okinawa dimana mereka sedang mengadakan photoshoot untuk “SHINE”. Karena aku sedang ditugaskan untuk menuis tentang photoshoot tersebut, aku punya kesempatan untuk berbicara dengan mereka saat kami makan bersama. Melalui perbincangan mereka tentang Korea, kehidupan mereka di Tokyo, dan lain lain… kepribadian mereka yang jujur telah meninggalkan kesan yang dalam padaku.
Tohoshinki telah mengalami big break mereka di Korea saat mereka pertama menginjakkan kaki di Jepang. Saat mereka tiba di bandara, “disana tidak ada fans,” kata Yoochun.Walaupun mereka sudah menjadi top star di Korea sampai ke titik dimana tidak akan ada kursi kosong saat mereka menggelar konser, mereka debut di Jepang sebagai artis baru. Saat masih mengalami rintangan dalam budaya dan bahasa, mereka menerima kenyataan dan mulai bernyanyi secara acapella di sebuah live house kecil dan pergi ke event berjabat tangan (handshake event). Junsu mengingat bahwa mereka dulu sangat frustrasi karena tidak bisa menyampaikan perasaan mereka karena keterbatasan dalam kemampuan bahasa.
“Untuk kami, aktivitas di Jepang adalah tantangan pertama kami, jadi kami merasa sangat cemas dan tidak nyaman. Bagaimanapun, saat kami melihat ke wajah-wajah para fans saat kami menyanyi, kami merasa sangat senang dan berpikir kalau kami harus bekerja lebih keras lagi.” (Junsu)
Changmin juga berkata, “saat kami pertama debut, kami sangat sibuk setiap hari jadi akan menjadi sebuah kemewahan untuk kami saat bisa melakukan apa yang ingin kami lakukan. Bagaimanapun, saat kami melihat senyum para fans selama tur kami, kami bisa menambah kepercayaan diri untuk melanjutkan ke mimpi kami selanjutnya.”
Tiga tahun setelah debut di Jepang, pada 2008, bahasa Jepang mereka menjadi lebih fasih, dan tampaknya mereka juga bisa menikmati hidup pribadi mereka. Yoochun juga berbicara tentang hal tersebut.
“Aku pergi ke Shibuya beberapa kali. Ada saat dimana aku ingin memakan hokke (ikan mackerel). Tonkotsu Ramen juga sangat enak, ya kan!”
“Saat dimana aku mandi setelah sampai di rumah adalah saat yang paling rileks! Bagaimanapun, aku juga adalah tipe orang yang hanya menceburkan diri dalam-dalm dan keluar sambil menari saat aku mandi sendiri.” (Junsu)
Walaupun mereka adalah top star, hidup mereka sama normalnya seperti orang lain. Aku masih ingat sikap simpel dan membumi mereka bahkan sekarang.
Tentang lagu-lagu “Member’s Choice” di DISC 2

Proses dari lima tahun yang mereka habiskan tumbuh bersama terukir didalam “BEST SELECTION 2010″ ini. Dari debut lagu mereka “Stay With Me Tonight” hingga “Stand by u”, semua single dirangkum dan disatukan dalam DISC 1. Saat mendengarkannya, kita bisa merasakan bakat mereka dan individualitas mereka sebagaimana fleksibilitas dan sense mereka dalam genre musik yang berbeda.
Lagu-lagu yang dimasukkan kemungkinan ada untuk mengingatkan mereka akan kenangan yang telah mereka buat. Saat satu orang mendengarkan stu lagu, orang itu mungkin bisa mengingat saat dan waktu yang terkait dengan lagu itu. Aku rasa lagu-lagu semacam deja vu itu tidak langka. Untukku, lagu deja vu itu adalah “Summer Dream”. Itu mengingatkan aku pada saat pertama aku menulis tentang photbook mereka di Okinawa.
Pada saat itu, aku pergi ke Okinawa untuk menulis tentang video musik mereka yakni “Summer Dream”. Pada saat itu, suhu disana diatas 30°C dan matahari sangat ekstrim. Bagaimanapun, tidak peduli bagaimana mereka berkeringat dan menari sampai scene menjadi sempurna. Saat aku mendengarkan lagu ini, aku bisa mengingat figur mereka menari pada saat itu. Lebih daripada itu, aku mendengar dari para staff bahwa walau mereka telah menjadwalkan syuting dari pagi buta sampai larut malam dan hanya punya beberapa jam untuk tidur, saat mereka punya waktu luang, mereka langsung terjun ke kolam renang hotel. Aku mengingat mereke juga karena kemampuan mereka untuk membedakan saat bekerja dan saat bermain, dan kemampuan mereka untuk berkonsentrasi saat mereka harus bekerja.
“BEST SELECTION 2010″ terdapat dalam 3 versi – 2CD+DVD, CD+DVD, dan CD. Diantara tiga itu, versi CD+DVD memuat lagu-lagu pilihan para member di DISC 2. yang mengingatkan padaku pada pertanyaan, “Apa lagu yang meninggalkan kesan paling dalam di ingatan mereka?”
“Untukku adalah lagu “Love in The Ice”. Saat kami pertama kali menyanyikan lagu ini di sebuah event, aku melihat orang-orang menangis, aku juga merasa ingin menangis. Lagu ini sangat dalam dan meninggalkan kesan besar di ingatanku.” (Yunho)
“Untukku adalah “Purple Line”. Yang memfokuskan pada rap-nya Yunho. Aku berpikir, “Ia keren sekali. Bukankah dia terdengar seperti orang Amerika?”. (Jaejoong)
Jaejoong juga berbicara tentang “Forever Love”, “tak peduli berapa kali aku menyanyikannya. aku selalu merinding, dan itu adalah betapa aku sangat menyukai lagu itu.” Lagu yang ia pilih kali ini agak berbeda dari apa yang ia katakan pada saat itu. Itu mungkin karena waktu telah berjalan, ia bisa membuat kenangan baru dengan lagu yang ia pilih kali ini.
Aku tiba-tiba teringat sesuatu. Saat photoshoot untuk photobook di pantai Araha di Chatan, Okinawa. Saat matahari dengan pelan menyentuh cakrawala, mereka sedang break. Tanpa harus mengatakan sesuatu kepada satu sama lain, mereka langsung mengambil pemukul dan bola, dan mulai bermain seperti sekumpulan remaja di pasir putih. Tidak peduli apakah itu sedang bekerja atau bermain, mereka selalu memberikan yang terbaik. Bahkan sekarang, aku masih mengingat figur mereka yang melebur dalam warna jingga dari matahari yang terbenam.
Tohoshinki adalah grup lima orang yang memiliki penampilan dan kepribadian yang baik. Sebagaimana waktu berjalan, aku percaya bahwa mereka akan tetap menarik lebih banyak lagi orang-orang kedalam karisma mereka dan tidak akan pernah berhenti bersinar.
cr: pinkrazy@w
-----------------
hupppp ... g tahu mau ngemeng apa aq!!!!
BAGUSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS hhoohohoh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar